Monday, January 26, 2026

Pelajar Semarang Didorong Kembangkan Produk Kreatif Berbasis Jelantah, Pemkot Siap Perluas Program

Bagikan

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lingkungan melalui pelatihan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah. Kegiatan yang berlangsung di Pasar Johar, Kamis (20/11) ini melibatkan siswa-siswi SMP dan dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Pelatihan tersebut digelar oleh LKP Johar Selatan Baru sebagai langkah mendorong inovasi pelajar dalam memanfaatkan limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Produk lilin aromaterapi dari jelantah diperkenalkan sebagai contoh usaha kreatif yang berpotensi dikembangkan.

Dalam sambutannya, Iswar menyampaikan bahwa minyak jelantah memiliki risiko merusak lingkungan jika tidak dikelola. Melalui pelatihan ini, siswa didorong memahami bahwa limbah juga dapat menjadi peluang bisnis.

Ia menilai bahwa pelajar harus diperkenalkan pada keterampilan praktis yang bisa membuka peluang usaha. Menurutnya, proses pengolahan lilin aromaterapi menjadi contoh sederhana bagaimana siswa dapat menciptakan produk dengan nilai jual.

Ketua Paguyuban LKP Johar Selatan Baru, Aik Solikati, menjelaskan bahwa pelatihan berbasis daur ulang ini merupakan bagian dari strategi membangun jiwa kewirausahaan sejak usia sekolah. Ia menyebut ekonomi kreatif berbasis lingkungan tengah berkembang di berbagai kota.

Pelajar yang mampu memanfaatkan limbah secara kreatif dinilai memiliki potensi besar menghadapi peluang kewirausahaan masa depan. Selain itu, pelatihan ini juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai keberlanjutan lingkungan.

Iswar juga mengapresiasi pemilihan lokasi Pasar Johar sebagai tempat pelatihan. Ia menyatakan bahwa pasar bersejarah tersebut memiliki kedekatan emosional dengan warga dan dapat menjadi tempat belajar lintas konteks.

Menurut Iswar, kegiatan di pasar memberikan suasana edukatif yang lebih hidup. Pelajar dapat memahami dinamika perdagangan sambil belajar keterampilan kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota juga mengingatkan para siswa untuk menjaga karakter dan menjauhi kenakalan remaja. Ia menegaskan bahwa perilaku negatif dapat merusak peluang masa depan.

Ia mengaitkan hal ini dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda harus mempersiapkan diri dengan keterampilan dan etika yang kuat agar mampu mengambil peran ketika Indonesia memasuki masa keemasan.

Iswar menyebut bahwa pelajar hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, ia meminta mereka menjaga lingkungan, menghargai nilai sejarah, dan membangun kebiasaan positif setiap hari.

Pemkot Semarang berencana memperluas kerja sama dengan LKP, sekolah, dan komunitas untuk menghadirkan lebih banyak pelatihan berbasis kreativitas dan lingkungan. Program semacam ini dinilai selaras dengan kebutuhan kota untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

Baca selengkapnya

Artikel Terkini